Rabu, 11 Desember 2013

Apa mungkin saya ini bisa di kategorikan seorang Neo – Marxis ?



 Oleh Fandam hardianto [@fandamology]

Assalamualaikum

Yosh apa kabar semuanya ? Sehat semuakan ? yah kali ini saya mau curhat tentang diri saya, ya tepatnya tentang pandangan cara berpikir saya dalam melihat keadaan dunia saat ini. Kita semua hamper tau bahwa didunia ini padangan politik yang paling banyak dan besar yaitu pandangan pemikiran kanan dan pandangan pemikiran kiri. Pada pandangan pemikiran kanan pada umumnya identic dengan liberalism yang sebagian besar diantaranya berjiwa kapitalis dan sementara pandangan pemikiran kiri pada umumnya identic dengan sosialisme yang berjiwa marxisme.

Nah disinalah yang saya bingungkan pada diri saya, saya ini seorang dengan pemikiran kanan atau saya ini orang dengan pemikiran kiri ? kenapa saya bingung ? karena saya ini orang yang suka akan kebebasan dan saya juga penikmat barang – barang atau produk – produk dari Negara – Negara yang menganut liberalism dan juga kapitalisme (mungkin) seperti halnya yang dipikirkan oleh orang – orang kanan tetapi saya juga tidak suka akan penguasaan orang – orang kapitalis di negeri saya yang hampir mengenai semua sektor kehidupan di negeri ini dan saya juga menuntut adanya pemerataan yang adil dalam bidang ekonomi, social budala, politik, dll. Dari sinilah saya menjadi tidak mengerti dengan pemikiran saya ini. Dan yang membuat saya ini bingung jika saat saya di tanyai oleh teman, senior, dan junior saya di kampus, “Ndam anta ini orang kiri apa kanan se ?” dan saya hanya bisa menjawab “ kanan itu buat makan dan kiri itu buat kalok kita habis setor di wc”. Tuhkan !! bingungkan ? iya gitu wess…., pokoknya saat ini saya tidak tahu saya inii orang kanan apa orang kiri. Tetapi akhir – akhir ini saya membaca sebuah buku yang disana membahas tentang suatu paham yang disebut dengan Neo – Marxis . dari membaca bahasan inilah saya sedikit mungkin mendapat sedikit pencerahan tentang diri saya ini. Tetapi sebelum itu mari kita lihat terlebih dahulu sejarah dari Neo – marxisme tersebut.

Cikal bakal neo – marxis ini adalah tulisan sarjana Hongaria, George Lukacs (1885 – 1971), terutama dalam karyanya yang berjudul History and Class Consciusness. Kebanyakan kalangan neo-marxisme adalah cendikiawan yang berasal dari kalangan borjuis dan seperti cendekiawan dimana-mana, enggan menggabungkan diri dalam organisasi besar seperti partai politik atau terjun aktif dalam kegiatan politik praktis. Para neo-marxisme, di satu pihak menolak komunisme dari Uni soviet karena sifatnya yang represif, tetapi di lain pihak mereka juga tidak setuju dengan aspek dari masyarakat kapitalis di mana mereka berada. Pada tahun 1960an di eropa barat dan Amerika mulai dilanda berbagai konflik social, ekonomi, dan rasial sehinnga membangkitkan keresahan yang laus. Sebagai reaksi, banyak cendikiawan mencari jalan keluar. Disatu pihak mereka menolak kapitalisme dengan kesenjangan social dan ekonominya, tetapi dipihak lain mereka juga menolak komunisme dengan represif dan konformitasnya. Dalam keadaan frustasi ini, mereka berpaling ke tulisan-tulisan Marx, terutama karangan yang ditulisnya di masa mudanya, Fruhschriften, yang baru ditemukan dan diterbitkan kira-kira tahun 1932. Dari sinilah muali banyak para cendikiawan banyak yang menganut paham Neo-Marxis
Dari sinilah saya mulai berpikir apakah saya ini bisa atau boleh digolongkan dalam Neo-Marxis karena berdasarkan penjelasan diatas, saya ada didalamnya. Yang pertama saya tidak masuk keorganisasi, padahal di kampus saya banyak organisasi kemahasiswaan yang telah banyak diikuti teman-teman saya, ya memang dulu pernah tertarik dan hampir ikut kedalam organisasi kemahasiwaan (KS GMNI) yang rata-rata orangnya cenderung kepandangan kiri tetapi juga beberapa yang sepertinya mendukung liberalism. alasannya sebenarnya simple kenapa saya enggan masuk ke organisasi kemahasiswaan karena saya tidak ingin terikat oleh suatu organisasi selama ada dikampus sebab sepengatahuan saya yang terjadi dikampus saya teman-teman saya yang ikut kedalam oraganisasi-organisasi ini lebih cenderung dan berkumpul dengan sesama anggota organisasinya dan yang parahnya seakan – akan terjadi pertentangan atau antar organisasi satu dengan yang lainnya entah itu masalah yang ada dibelakangnya saya tidak ingin tahu . Hal inilah yang membuat saya tidak ingin berorganisasi karena saya lebih suka bergaul dan berkumpul secara bebas kepada siapa saja teman saya tanpa harus memandang organisasinya dari mana. Saya juga pernah diajak teman saya untuk masuk ke salah satu partai politik besar di negeri ini, tetapi saya langsung menolaknya, sebab bagi saya belum saatnya mahasiswa macam saya ikut-ikut urusan politik pragtis semacam itu.
Kemudian saya ini juga seorang yang tidak menyukai paham komunis, bukan karena sejarah di negeri ini tetapi memang menurut pandangan hidup saya dan untuk negeri ini komunis bukanlah hal yang baik diterapkan karena masyarakat kita yang sangat beragam dan heterogen, sementara suatu keberhasilan system komunis adalah jenis masyarakatnya yang memiliki banyak kesaaman dalam berbagai hal aspek kemanusiaan. Saya juga orang yang tidak suka akan beberapa perusahaan kapitalisme yang ada di negeri ini khususnya dalam bidang makanan contohnya saja KFC, Pizza Hut, Mc Donald, dll. Saya sudah sejak satu setengah tahun lalu bertekad tidak akan mengkonsumsi produk-produk dari perusahaan kapitalis dari luar negeri tersebut (kecuali Dountkin Dounat ya hehehe). Tetapi dalam hal lain seperti halnya bidang elektronik dan teknologi saya masih banyak menggunakan produk Negara Liberalis Kapitalis contohnya Laptop yang saya pakai ini, TV, Smartphone, Sepeda motor (eh Jepang kapitas gag se? moga ae enggag !) dan juga barang yang berbau “prototype”(sebutan BF bagi saya), padahal asal tahu saja “prototype” itu merupakan salah satu produk yang sangat kapitalis sekali. Saya juga sering mengunjungi websait Freedom Institute untuk membaca artikel- artikel disana yang berpandangan liberalis dan say banyak setuju dengan tulisan-tulisan disana tetapi saya juga sering mengunjungi IndoProgress yang tulisan-tulisannya kental dengan pemikiran-pemikiran kiri. Ketika saya berkumpul dengan teman – teman saya baik yang kanan ataupun yang kiri saya juga sering sependapat dengan pemikiran mereka tetapi kadang kalanya juga tidak setuju juga dengan pandangan mereka ketika kami saat mendiskusiakan suatu masalah yang muncul.
Dari berbagai macam hal tersebutlah saya mulai berpikir apa iya se saya ini termasuk ke Neo-Marxis ? dan hal ini masih saya kaji dari diri saya sendiri. dari sisni saya juga mungkin bisa menjawab tau pandangan yang dianut oleh salah satu tokoh favorit saya SOE HOK GIE, karena dari informasi yang saya peroleh selama ini dia adalah mahasiswa pergerakan yang tak berorganisasi yang anti komunis dan juga seorang yang menolak kapitalis, akan tetapi dalam hidupnya juga dia mau menerima kerjasama pertukaran atau kunjungan mahasiswa antar Negara di Amerika yang terkenal akan paham Liberalis kapitalismenya.
Pada akhir tulisan saya ini saya kan mengutip definisi Neo – Marxis di buku The Left Academy yang diedit oleh dua sarjana Neo- marxis Amerika, Bertell Ollman dan Edward Venoff “Sarjana Neo-Marxis adalah mereka yang meyakini sebagian pandangan Marx mengenai kapitalis dan sejarah, dan memakai metode analisisnya.”
Yah mungkin sekian saja curhatan tentang diri saya, maaf ya jika mungkin ada kata-kata atau penjabaran saya yang kurang berkenan di mata sekalian teman-teman yang membaca. Eh iya jadi saya ini bisa gag ya di katakana Neo-Marxis ? AAhhhhh entahlah…… !
YA budu videt’ vas snova !! Wassalamualaikum…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar